LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Makassar — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) meluncurkan Program Sekolah Garuda pada Rabu (8/10). Program ini menjadi langkah strategis nasional untuk memperkuat pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Peluncuran program ini juga menjadi momentum penting bagi LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, karena salah satu Sekolah Garuda Baru akan dibangun di wilayah kerjanya, tepatnya di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kehadiran sekolah ini menandai komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan unggul hingga ke daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Dalam kegiatan peluncuran nasional bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul” yang digelar serentak di 16 wilayah Indonesia, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin, hadir mewakili lembaga untuk mendampingi pelaksanaan acara di wilayah Sultanbatara. Kehadiran LLDIKTI IX menjadi bentuk dukungan aktif terhadap kebijakan strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat ekosistem mutu di daerah.
Program Sekolah Garuda terdiri atas dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, yang dirancang untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru dan pengembangan 80 Sekolah Garuda Transformasi. Pada tahap awal, empat Sekolah Garuda Baru akan dibangun pada tahun 2025 dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto dalam sambutan virtualnya menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan implementasi dari Program Hasil Terbaik Cepat Nomor 4 yang digagas Presiden Prabowo.
“Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses pendidikan, pembentukan generasi pemimpin masa depan, dan peningkatan mutu pembelajaran berbasis sains, teknologi, serta pengabdian masyarakat,” ujar Brian.
Lebih lanjut dijelaskan, Sekolah Garuda Baru akan dibangun dari nol di wilayah dengan akses pendidikan yang masih terbatas, sedangkan Sekolah Garuda Transformasi merupakan pengembangan dari sekolah yang telah ada agar mampu mencetak lulusan berprestasi dan berdaya saing global.
“Sekolah Garuda kita siapkan untuk melahirkan para petarung—Garuda-Garuda muda yang siap bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” tegas Brian.
Lokasi pembangunan di Konawe Selatan dipilih karena memiliki potensi pengembangan pendidikan berbasis sains dan teknologi, sekaligus dapat memperluas akses pendidikan di kawasan luar perkotaan. Area ini sebelumnya merupakan kantor UPTD Balai Produksi Benih Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, yang akan dikembangkan menjadi sekolah berasrama dengan kurikulum berstandar internasional dan pendekatan pembelajaran berbasis karakter dan kebangsaan.

LLDIKTI Wilayah IX menyambut baik penetapan Konawe Selatan sebagai salah satu lokasi Sekolah Garuda Baru, dan akan terus berkolaborasi dengan Diktisaintek, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan keberlanjutan dan kualitas pelaksanaannya.
“Kehadiran Sekolah Garuda di wilayah kerja LLDIKTI IX merupakan bukti nyata pemerataan akses pendidikan bermutu di kawasan timur Indonesia. LLDIKTI IX berkomitmen mendukung penuh pengembangan sekolah ini agar dapat menjadi pusat pembinaan talenta muda yang unggul dan berkarakter,” ungkap Syahruddin usai kegiatan pendampingan.
Dengan kehadiran Sekolah Garuda di Konawe Selatan, diharapkan tumbuh sinergi yang lebih kuat antara satuan pendidikan menengah dan perguruan tinggi, sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan berkesinambungan dan berkontribusi terhadap pencapaian visi #KampusBerdampak di wilayah Sultanbatara.








