LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Makassar – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menjadi saksi sejarah bagi penguatan ekosistem pendidikan tinggi maritim nasional. Melalui Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Maritim se-Indonesia yang digelar di Mahoni Hall, Hotel Claro Makassar, Jumat, 24 April 2026, langkah strategis diambil untuk menyatukan visi institusi maritim di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Salah satu momen krusial dalam kegiatan ini adalah penguatan kerja sama formal yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarperguruan tinggi maritim tentang kemitraan strategis pengembangan pendidikan, penelitian, dan sunber daya manusia vokasi. Institusi yang melakukan penandatanganan kerja sama tersebut antara lain:
Akademi Maritim Palopo, Akademi Maritim Nusantara Cilacap, Politeknik Adiguna Maritim (Poltek AMI) Medan, Politeknik Bumi Akpelni Semarang.

Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum standar global, pertukaran sumber daya manusia, hingga kolaborasi riset di bidang teknologi kelautan guna merespons meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim baik nasional maupun internasional.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, dalam sambutan selamat datangnya menekankan bahwa pertemuan ini merupakan momentum krusial bagi seluruh pimpinan perguruan tinggi maritim untuk bertukar pikiran dan mencari solusi atas tantangan pendidikan.
Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada para pimpinan institusi yang hadir di Makassar untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi maritim yang lebih maju, unggul, dan berdampak.

Ia menegaskan bahwa wadah ini harus dijadikan sarana konsolidasi nasional agar perguruan tinggi maritim di seluruh Indonesia dapat bersinergi secara kolektif. Andi Lukman berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah-langkah nyata yang membawa manfaat langsung bagi kemajuan bangsa.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, yang hadir secara resmi membuka acara, memberikan arahan strategis mengenai pentingnya penguatan SDM maritim. Ia menekankan bahwa potensi maritim Indonesia yang luar biasa hanya akan menjadi kekuatan nyata jika ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, relevan, dan berdaya saing global.
Dirjen mendorong terbentuknya Forum Perguruan Tinggi Maritim Indonesia sebagai wadah koordinasi yang kuat untuk menyelaraskan langkah antar-pimpinan perguruan tinggi, baik negeri, swasta, maupun kedinasan. Pendidikan maritim menurutnya harus terintegrasi dengan dunia industri dan standar pasar kerja internasional agar lulusan Indonesia diakui sebagai tenaga kerja ahli di level dunia.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber otoritas untuk membedah tantangan teknis pendidikan maritim. Oki Earlivan Sampurno, selaku Staf Khusus Menteri Bidang Jejaring Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, menekankan pentingnya kurikulum yang dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri maritim. Ia menyatakan bahwa keselarasan antara dunia pendidikan dan industri merupakan keharusan agar lulusan terserap maksimal di pasar kerja internasional.
Antoni Arif Priadi, dari Kementerian Perhubungan memaparkan materi mengenai penyelarasan standar kompetensi pelaut dengan regulasi global. Sementara itu, Abri Danar Prabawa dari KP2MI menggarisbawahi strategi pembinaan kelembagaan vokasi untuk menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten di sektor maritim luar negeri. Sesi ini juga diperkuat dengan pandangan dari Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Makassar mengenai kebutuhan riil pemilik kapal terhadap kualitas SDM pelayaran.


