LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Makassar – Untuk memperkuat tata kelola lembaga yang lebih akuntabel dan adaptif menghadapi tantangan zaman, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko pada 9–12 Juli 2025. Kegiatan ini digelar di Kampus Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah No. 101, Makassar, dan diikuti oleh seluruh ASN serta PPPK di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Bimtek ini merupakan bagian dari program kerja Satuan Pengawas Internal (SPI) LLDIKTI Wilayah IX yang diketuai oleh Nur Alimin Azis. Program ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam memperkuat pengelolaan risiko di setiap proses kerja, sekaligus mendukung terciptanya sistem kerja yang lebih tangguh dan terukur.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang manajemen risiko.
“Risiko bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus dikelola dengan bijak agar tidak menjadi hambatan dalam mencapai tujuan organisasi. Pengelolaan risiko yang baik mencerminkan kedewasaan organisasi dalam bertindak dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Syarifuddin, Founder Institut Transparansi dan Akuntabilitas Publik (INSPIRING) sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa manajemen risiko tidak cukup diwujudkan dalam dokumen atau sistem formal, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

“Risiko yang dipetakan dengan baik justru dapat membuka peluang perbaikan dan peningkatan kinerja. Setiap individu dalam organisasi, mulai dari pimpinan hingga pelaksana teknis, memiliki peran penting dalam keberhasilan pengelolaan risiko,” jelasnya.
Selama empat hari pelatihan, para peserta dibekali rangkaian materi yang komprehensif dan interaktif. Mereka diajak untuk mengenali berbagai jenis risiko di lingkungan kerja, menilai dampaknya, serta menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta mendapatkan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di unit kerja masing-masing.

Kegiatan ditutup kembali oleh Syahruddin, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas komitmen dan antusiasme selama mengikuti pelatihan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten, sehingga manajemen risiko benar-benar menjadi bagian integral dari tata kelola lembaga.
“Kegiatan seperti ini akan terus didorong agar semangat peningkatan kapasitas dan profesionalisme ASN serta PPPK LLDIKTI Wilayah IX semakin tumbuh,” pungkasnya.
Melalui Bimtek ini, LLDIKTI Wilayah IX berupaya membangun sistem kerja yang responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi dan berdampak positif pada peningkatan mutu layanan.






