LLDIKTI IX Sultanbatara, Makassar – Dalam upaya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, LLDIKTI Wilayah IX secara resmi menggelar acara Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2025 pada Kamis, 19 Juni 2025 di Aula Ridwan Saleh Mattayang LLDIKTI Wilayah IX. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada tahun 2025.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan perguran tinggi swasta di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, dengan tujuan memperkuat komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kontrubusi akademik berupa riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Di samping itu, pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi juga memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, memaparkan anggaran pendanaan yang diperoleh untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengabdian perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI IX. Sebelumnya, LLDIKTI IX telah menandatangani kerja sama resmi dengan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk pendanaan bantuan operasional tersebut, yang sekaligus dapat mendorong peningkatan karier dosen melalui produktivitas penelitian ilmiah dan pengabdian. Adapun besaran bantuan operasional penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 adalah RP 77.752.359.000 dengan jumlah 1.240 judul.
Untuk penelitian klaster utama, Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Muslim Indonesia menempati posisi teratas berdasarkan jumlah judul terbanyak, masing-masing 52 judul. Berdasarkan anggaran dana, Universitas Muslim Indonesia menempati posisi pertama penerima anggaran operasional terbanyak. Untuk penelitian klaster madya, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 36 judul. Untuk penelitian klaster pratama, Universitas Indonesia Timur menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 25 judul. Untuk penelitian klaster binaan, Institut Sains Teknologi dan Kesehatan ‘Aisyiyah Kendari dan STIE Ciputra Makassar menempati posisi teratas berdasarkan jumlah judul terbanyak, masing-masing 13 judul. Berdasarkan anggaran dana, STIE Ciputra Makassar menempati posisi pertama penerima anggaran operasional terbanyak.

Untuk pengabdian klaster utama, Universitas Muslim Indonesia kembali menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 34 judul. Untuk pengabdian klaster madya, Universitas Muslim Maros menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 10 judul. Untuk pengabdian klaster pratama, Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 7 judul. Untuk pengabdian klaster binaan, Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi Al Gazali Barru menempati posisi teratas berdasarkan anggaran dana dan jumlah judul terbanyak, yakni 6 judul.
Andi Lukman merasa bangga dan mengapresiasi pencapaian yang telah diperoleh perguruan tinggi. “Ini luar biasa sekali. Terima kasih. Berita bagusnya karena beberapa perguruan tinggi sudah menjadi yang terbaik. Jadi, penelitian dan pengabdian sudah tidak didominasi lagi dari perguruan tinggi yang besar artinya perguruan tinggi yang ada di kota-kota. Tapi sudah hampir perguruan tinggi di seluruh pelosok wilayah LLDIKTI IX ini,” ujar Andi Lukman dengan bangga.
Penandatanganan kontrak ini bukan hanya sebagai simbol administratif, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan dalam pengimplementasian Tridharma serta memperkuat peran perguruan tinggi di tengah masyarakat. Andi Lukman berharap apa yang dicapai hari ini dapat diteruskan tahun-tahun mendatang.








