LLDIKTI Wilayah IX, Sultanbatara — Dalam upaya nyata mengakselerasi transformasi dan internasionalisasi mutu pendidikan tinggi di regional Sulawesi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sultanbatara memimpin delegasi strategis lintas negara ke Eropa Barat dari tanggal 9 hingga 19 Mei 2026. Langkah terobosan ini berhasil membuka akses kemitraan ilmiah dan akademik formal dengan dua institusi elit dunia, yakni ESSCA School of Management di Prancis dan Radboud University di Belanda.

Rangkaian kunjungan diplomatik-akademik ini difasilitasi LLDIKTI Wilayah IX serta dikawal oleh jajaran pemilik yayasan dan pimpinan dari 15 Perguruan Tinggi Swasta terkemuka asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran para pembuat keputusan tertinggi ini memastikan komitmen kerja sama yang terjalin dapat segera dieksekusi secara legal dan konkret.
Membuka Jalur Prancis: Diskusi Ilmiah di ESSCA Paris dan Penguatan di KBRI
Delegasi memulai agenda kerja internasional di Paris, Prancis pada Senin, 11 Mei 2026. Bertempat di Kampus ESSCA School of Management, Boulogne-Billancourt, para pimpinan PTS Sultanbatara diterima langsung oleh Vice Dean ESSCA Group, Prof. Dr. Benjamin Morisse. Pertemuan ilmiah meja bundar tersebut memetakan berbagai peta jalan kolaborasi masa depan, khususnya adaptasi kurikulum sekolah bisnis internasional dan program sekolah musim panas atau summer school.
Usai merampungkan Technical Meeting di ESSCA dengan seragam kebanggaan jas almamater universitas, rombongan bertolak menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris untuk melangsungkan audiensi resmi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Pihak KBRI menyambut baik inisiatif LLDIKTI IX dan memberikan pembekalan strategis komprehensif mengenai struktur pendidikan tinggi di Prancis.

KBRI memetakan skema pemanfaatan ekosistem riset Prancis—yang didukung oleh 270 Doctoral Schools dan 2.500 Public Labs—sebagai wadah Joint Research, Visiting Professor, hingga jalur beasiswa studi lanjut S3 atau PhD bagi dosen-dosen asal Sulawesi dengan bahasa pengantar Inggris yang kompetitif.
Kemitraan Top 1 Persen Dunia: Agenda Bilateral di Radboud University Belanda
Melanjutkan pergerakan ke Belanda, pada Rabu, 13 Mei 2026, delegasi melaksanakan kunjungan resmi di Radboud University, sebuah universitas riset papan atas yang masuk dalam jajaran top 1 persen global sekaligus menyandang predikat universitas umum terbaik ke-2 di Belanda versi Keuzegids 2025. Bertempat di Grotius Building, delegasi disambut hangat oleh perwakilan Radboud University, Elco van Noort.

Dalam forum tersebut, Delegasi Sulawesi memaparkan presentasi institusional di hadapan perwakilan International Officers lintas fakultas serta Admission Office. Diskusi berjalan produktif dengan focus utama pada pemantapan Student and Faculty Mobility.
Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pakar akademik Radboud University, Ary Samsura, mengenai ekosistem riset, metode pengajaran, serta adaptasi sosiokultural di Belanda. Kunjungan diakhiri dengan peninjauan klaster akademik dan diskusi pendalaman kerja sama bidang ilmu sosial humaniora di Maria Montessori Building.
Kami datang membawa amanah dari 215 perguruan tinggi swasta di wilayah Sultanbatara. Kehadiran 15 institusi pilar dari Sulawesi ini ke Radboud University dan ESSCA Paris adalah langkah strategis memfasilitasi kolaborasi internasional yang konkret, memperkuat mobilitas dosen dan mahasiswa, serta mentransformasi kampus-kampus di daerah kami agar memiliki daya saing global, ungkap perwakilan delegasi dalam pidato resminya.

15 Perguruan Tinggi Pilar Delegasi Sulawesi
Adapun 15 institusi terkemuka yang tergabung dalam delegasi fasilitasi internasional LLDIKTI IX ini meliputi:
- Universitas Bosowa: PTS terbaik ke-2 di lingkup LLDIKTI IX dengan keunggulan kewirausahaan dan TI, yang rektornya masuk dalam top 2 persen peneliti paling berpengaruh di dunia.
- Universitas Karya Persada Muna: Unggul dalam program K3, Administrasi Kesehatan, Keperawatan, Manajemen, Sistem Informasi, dan Hukum.
- Universitas Kurnia Jaya Persada Palopo: Fokus keunggulan pada sektor Ilmu Kesehatan dan derivatifnya.
- Universitas Mandala Waluya Kendari: Pusat pengembangan sains Ilmu Kesehatan regional.
- Universitas Kristen Indonesia Paulus: Unggul pada rekayasa teknologi Teknik Sipil dan Teknik Mesin.
- Universitas Pejuang Republik Indonesia: Pelopor bidang Teknik Pertambangan.
- Universitas Lamappapoleonro: Fokus penguatan pada sektor Ilmu Ekonomi dan Tata Kelola Manajemen.
- Universitas Muhammadiyah Palopo: Berorientasi pada pengembangan inovasi bisnis berbasis technopreneurship.
- Universitas Cahaya Prima: Berfokus pada keunggulan tata kelola Ilmu Administrasi.
- Universitas Muhammadiyah Kendari: Komprehensif dengan multi-disiplin ilmu termasuk teknik, maritim, dan pertanian.
- Universitas Mega Buana Palopo: Unggul di bidang Ilmu Kesehatan terpadu yang didukung jejaring rumah sakit mandiri.
- Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa: Fokus spesifik pada Ilmu Kelautan, Perikanan, dan Hukum Bisnis.
- Institut Hasan Sulur: Fokus pada pengembangan program Keperawatan dan Sistem Informasi.
- STIE Enam Enam Kendari: Unggul dalam mencetak SDM sektor Ilmu Ekonomi dan Manajemen korporasi.
- STIE Tri Dharma Nusantara: Fokus pada akselerasi kompetensi bidang Ilmu Ekonomi dan Manajemen bisnis.
Studi Lapangan Infrastruktur dan Konservasi
Selain fokus pada kerja sama akademik formal, rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan studi banding manajerial ke beberapa titik strategis Eropa Barat lainnya. Delegasi melakukan peninjauan pengelolaan retail global di La Vallee Village Prancis, studi pelestarian identitas sosiokultural di Zaanse Schans dan Volendam Belanda, studi tata kelola hutan konservasi di Black Forest Titisee Jerman, hingga observasi teknologi infrastruktur logistik transportasi dataran tinggi di Mt. Titlis serta manajemen situs bersejarah di Lucerne, Swiss.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian program pada 19 Mei 2026, LLDIKTI Wilayah IX menargetkan pasca-kunjungan ini seluruh PTS delegasi dapat segera memformulasikan dokumen Memorandum of Agreement atau MoA yang adaptif dan mengimplementasikannya demi mewujudkan lompatan mutu pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata pada daya saing bangsa.








