LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, JAKARTA – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menghadiri kegiatan Penandatanganan Kontrak Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung D, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9/2026).
Pertemuan penting ini digelar sehubungan dengan telah ditetapkannya daftar penerima pendanaan Program Kosabangsa TA 2026. Acara tersebut turut dihadiri oleh Prof. I Ketut Adnyana, atas dilantiknya sebagai Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek., Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Kemendiktisaintek, Luthfi Ilham Ramdhani, serta Kepala LLDIKTI Wilayah I hingga XVII.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IX menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian delapan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX yang berhasil meloloskan sepuluh judul proposal pengabdian masyarakat.
Adapun jajaran PTS penerima pendanaan tersebut diawali oleh Institut Sains Teknologi dan Kesehatan ‘Aisyiyah Kendari melalui peneliti Venia Oktafiani yang mengusung program BIOSMART berbasis nata de sago untuk mendukung ekonomi sirkular. Selanjutnya, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia meloloskan program Coral Digital Living Lab yang dipimpin oleh Sri Prilmayanti Awaluddin untuk pengembangan ekonomi kreatif pesisir di Barru. Sementara itu, Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna meloloskan riset pemberdayaan petani jamur dan kelompok wanita di Desa Lebo Jaya di bawah arahan Asniar.
Inovasi berbasis potensi lokal juga dihadirkan oleh Politeknik Dewantara lewat riset Risda M mengenai transformasi Desa Tirowali sebagai kampung blue economy. Universitas Kristen Indonesia Toraja melalui Formanto Paliling membawa inovasi integrasi bio-fertilizer pada pendederan kelapa unggul di Kabupaten Luwu. Di bidang ketahanan pangan dan energi, Universitas Muhammadiyah Bulukumba di bawah pimpinan Muhammad Athar Asmas menerapkan teknologi smart farming kolam terpal berkincir tenaga surya di Desa Mattirowalie, sedangkan Universitas Muhammadiyah Enrekang melalui Asbar mendorong hilirisasi produk olahan kakao di Desa Mata Allo.
Pencapaian luar biasa ditorehkan oleh Universitas Wira Bhakti yang berhasil meraih tiga pendanaan sekaligus. Masriani Mahyuddin membawa program implementasi ekonomi sirkular olahan pangan dan kompos di Kabupaten Sinjai, Yusri Karmila mengembangkan teknologi pengering olahan bawang daun dan seledri di Desa Eran Batu, serta Janny Jovita Pakanan mengimplementasikan difusi teknologi diversifikasi olahan jagung berbasis ekonomi hijau di Desa Pucak, Kabupaten Maros.

Melalui penandatanganan kontrak ini, LLDIKTI Wilayah IX berkomitmen untuk terus melakukan pengawalan, pemantauan, dan pendampingan bagi PTS penerima hibah agar pelaksanaan Program Kosabangsa TA 2026 dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.


