LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, MAKASSAR — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menggelar Acara Lepas Sambut Kepala LLDIKTI Wilayah IX pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDIKTI Wilayah IX, Makassar. Momentum ini menjadi ajang penghormatan atas dedikasi pejabat lama periode 2022–2026, Bapak Andi Lukman, yang mendapatkan amanah baru di Universitas Negeri Manado, sekaligus menyambut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Bapak Budu.

Acara penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh tokoh senior pendidikan Bapak Basri Hasanuddin, mantan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Bapak Jasruddin dan Bapak Suruddin, Ketua ABPTSI Sulsel, pimpinan APTISI Wilayah IX-A, IX-B, dan IX-C, para Rektor, Ketua, Direktur, pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), badan penyelenggara/yayasan, dosen, tenaga kependidikan, serta jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) LLDIKTI Wilayah IX.
Dalam kata pengantarnya, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Bapak Syahruddin, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan momentum untuk mengenang pengabdian sekaligus menyambut harapan baru bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
“Bagi kami, kegiatan hari ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah momentum untuk menghargai sebuah perjalanan, mengenang sebuah pengabdian, sekaligus menyambut sebuah harapan baru. Pemimpin boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti,” ujar Bapak Syahruddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas jejak keteladanan yang ditinggalkan Bapak Andi Lukman, serta menyatakan kesiapan seluruh jajaran pelaksana untuk mendukung penuh kepemimpinan Bapak Budu.
Dalam sambutan perpisahannya, Bapak Andi Lukman menyampaikan rasa haru yang mendalam setelah mengabdi selama 27 tahun di LLDIKTI Wilayah IX (sejak 1999), di mana 17 tahun di antaranya dihabiskan dalam jabatan struktural.
“Tempat ini adalah separuh hidup saya. Dari perjalanan ini saya belajar bahwa mengelola pendidikan tinggi tidak cukup hanya dengan regulasi, data, atau angka. Di balik itu semua ada manusia—dosen, staf, mahasiswa, pimpinan, dan yayasan—yang setiap hari bekerja dengan harapan yang sama: melihat pendidikan tinggi kita semakin maju dan bermutu,” ungkap Bapak Andi Lukman.
Secara khusus, beliau mengapresiasi kerja keras seluruh pegawai LLDIKTI IX serta membagikan cerita nostalgia kebersamaan dengan pengemudinya selama perjalanan dinas membina PTS se-Sulselbar. Ia juga menitipkan pesan krusial mengenai pentingnya akselerasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan penguatan adopsi teknologi agar lulusan PTS tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pergi itu bukan berarti berpisah, berganti amanah bukan berarti berakhirnya persaudaraan. Kita hanya berpindah tempat pengabdian, tetapi tetap berada dalam satu semangat memajukan pendidikan tinggi Indonesia. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Budu, LLDIKTI Wilayah IX akan semakin maju,” tambahnya.
Mengawali arahannya, Bapak Budu mengapresiasi rekam jejak pengabdian panjang Bapak Andi Lukman dan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun oleh para pendahulu.
“Saya bersyukur karena tidak mulai dari nol. Saya mulai dari apa yang sudah dibangun begitu besar. Pergantian jabatan ini adalah bagian dari kontinuitas kepemimpinan. Yang paling penting adalah bagaimana estafet takeover ini berjalan mulus dan memperkuat kolaborasi,” tegas Bapak Budu.
Dalam pandangannya, perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah IX bukan sekadar objek pembinaan, melainkan mitra strategis. Ia menekankan agar PTS meninggalkan pola pikir persaingan sempit dan beralih ke era kolaborasi lintas kampus. Menghadapi era disrupsi digital dan AI, Bapak Budu menggarisbawahi perlunya pendekatan pembelajaran yang fleksibel serta adaptif terhadap karakteristik generasi muda.
“Pendidikan sekarang berada di era disrupsi dan digitalisasi. Perguruan tinggi tidak boleh lagi dinilai sebatas pemenuhan Tridharma secara formalitas, tetapi dari sejauh mana kontribusinya dirasakan oleh masyarakat. Kita harus betul-betul menjunjung tinggi jargon Kampus Berdampak,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh keluarga besar LLDIKTI Wilayah IX bersama para pimpinan perguruan tinggi secara resmi melepas Bapak Andi Lukman dengan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas segala dedikasi, kerja keras, dan kepemimpinan yang humanis selama empat tahun terakhir. Selamat bertugas di tempat pengabdian baru di Universitas Negeri Manado, doa serta apresiasi terbaik mengiringi langkah beliau untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.

Dengan hadirnya Bapak Budu sebagai Plt. Kepala, jajaran LLDIKTI Wilayah IX menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi menjaga iklim akademik yang kondusif, profesional, serta berorientasi pada peningkatan mutu. Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata, pemberian ucapan selamat, foto bersama, dan ramah tamah antarpemangku kepentingan pendidikan tinggi se-Sultanbatara.








